Ekosistem SafeNet

SafeNet Home

Portal Pendidikan & Keterampilan

Berita Sekolah

Menghadapi Asesmen Nasional 2025: Strategi Sekolah di Luwu Agar Siswa Tidak Kalang Kabut

🗓 14 June 2026

Ujian Nasional Sudah Usai, Sekarang Era Asesmen Nasional

Jika dulu siswa menghabiskan berminggu-minggu untuk menghafal rumus dan materi yang akan keluar di Ujian Nasional (UN), kini situasinya sudah sangat berbeda. Kementerian Pendidikan telah resmi mengganti sistem tersebut menjadi Asesmen Nasional (AN). Perubahan ini sering kali menimbulkan kepanikan tersendiri, baik bagi guru maupun siswa. Pasalnya, tidak ada kurikulum khusus atau buku paket yang bisa dihafal untuk menghadapi AN. Soal-soal yang diujikan bersifat kontekstual, menguji kemampuan berpikir kritis, bukan sekadar daya ingat. Di tingkat SMP dan SMA di seluruh Indonesia, termasuk di Luwu, persiapan asesmen nasional menjadi tantangan baru yang butuh strategi berbeda dari metode pengajaran konvensional.

Apa Saja yang Diuji dalam Asesmen Nasional?

AN tidak menguji seberapa banyak hafalan seorang siswa, melainkan menguji dua komponen utama kompetensi minimum: 1. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Ini adalah inti dari AN. Terdiri dari dua bagian utama:
  • Literasi: Kemampuan siswa untuk memahami, menggunakan, dan mengevaluasi teks (bisa berupa artikel, grafik, tabel, atau gambar) untuk memecahkan masalah.
  • Numerasi: Kemampuan menggunakan konsep matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari, bukan sekadar menghitung angka di atas kertas.
2. Survei Karakter Mengukur sikap siswa terhadap lingkungan sekolah, budaya anti-bullying, hingga kesiapan belajar.

Tantangan Nyata di Sekolah-Sekolah Daerah

Banyak guru di daerah merasa kesulitan karena selama ini mereka terbiasa mengajarkan dengan metode ceramah dan hafalan. Ketika siswa dihadapkan pada teks bacaan panjang yang membutuhkan analisis (misalnya di bagian literasi), mereka sering kebingungan karena tidak terbiasa. Kondisi ini diperparah jika soal latihan asesmen nasional hanya diberikan dalam format kertas yang dishare lewat grup chat. Siswa kehilangan familiaritas dengan sistem komputer berbasis mouse dan keyboard, padahal AN dilaksanakan secara digital (Computer-Based Test).

Tips Menghadapi Asesmen Nasional SMP dan SMA

Agar siswa tidak kalang kabut saat hari-H, sekolah perlu mengubah gaya belajar mereka beberapa bulan sebelum pelaksanaan. Berikut beberapa strategi efektif yang bisa diterapkan:

1. Biasakan Membaca Teks Panjang Setiap Hari

Jangan tunggu menjelang AN. Guru bisa memulai setiap jam pelajaran dengan memberikan satu paragraf teks kontekstual untuk dibaca dan dimintai pendapat siswa. Ini melatih otak mereka untuk fokus dan mengekstrak informasi, yang merupakan kunci utama literasi.

2. Gunakan Bank Soal Digital, Bukan Foto di Grup Chat

Latihan soal AN harus membiasakan siswa dengan tampilan layar komputer. Mengirim soal dalam bentuk foto di WhatsApp tidak akan efektif karena siswa tidak terbiasa menggeser layar, mengklik pilihan ganda, atau menggunakan fitur highlight digital. Sekolah yang sudah menerapkan ruang belajar digital untuk sekolah memiliki keuntungan besar di sini. Guru bisa mengunggah paket soal latihan AKM ke dalam sistem, dan siswa bisa mengerjakannya langsung melalui peramban (browser). Ini sekaligus melatih ketahanan fisik mereka duduk di depan layar komputer selama durasi ujian.

3. Ajarkan Strategi Mengerjakan Soal

Banyak siswa pintar tapi gagal di AN karena tidak paham cara mengerjakannya. Ajarkan trik sederhana:
  • Untuk literasi: Baca pertanyaannya dulu, baru baca teksnya. Highlight kata kunci di teks yang relevan dengan pertanyaan.
  • Untuk numerasi: Jangan terlalu fokus pada angka yang besar. Pahami dulu cerita soalnya, baru lakukan perhitungan.

Peran Orang Tua dalam Membantu Persiapan

Orang tua sering kali merasa tidak bisa membantu anak karena soal AN terlihat sulit dan berbeda dari zaman mereka. Padahal, peran orang tua sangat krusial: cukup pastikan anak memiliki cukup waktu tidur, sarapan sebelum berangkat ujian, dan tidak dibebani tekanan berlebihan. Tidak perlu menyewa bimbingan belajar khusus AN yang harganya selangit. Kunci keberhasilan AN justru terletak pada pembiasaan belajar yang sistematis di sekolah, bukan pada pengajaran kilat di akhir masa. Sebagai salah satu berita pendidikan Kabupaten Luwu yang perlu disimak, kesiapan menghadapi AN adalah cerminan kualitas proses belajar mengajar sebuah sekolah selama setahun penuh. Jika proses belajarnya sudah berbasis pemahaman, bukan hafalan, AN bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti.
📎 Sumber: Regulasi Asesmen Nasional Kemendikbudristek & SafeNet Home
← Kembali ke Daftar Artikel